BUPATI PURWAKARTA, DEDI MULYADI, GULIRKAN PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN, APA SAJA KAH ?

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memulai Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat pada Tahun ini. Sebagai pekerjaan rumah terakhir sebelum menuntaskan masa jabatannya, Ia mengaku ingin agar seluruh masalah ekonomi warga dapat terselesaikan akhir Tahun 2017 ini.

Hal ini dia ungkapkan di sela acara Penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) Tingkat Kabupaten Purwakarta yang digelar Selasa (4/4) di Bale Maya Datar, kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta di Jalan Gandanegara No 25.

Program yang digulirkan oleh pria yang juga budayawan Sunda tersebut mencakup tiga hal. Pertama, Mendorong efektifitas pengumpulan dan pembagian “beras perelek” di setiap desa di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta.

Tujuan dari program ini dinilai sangat strategis, karena jika seluruh warga yang mampu menyumbangkan “beras perelek” kepada warga tidak mampu, maka bulan Desember 2017, diprediksi Purwakarta tidak akan membutuhkan lagi “Beras Sejahtera” atau Restra yang biasa didistribusikan oleh Perum Bulog.

“Kita efektifkan lagi program “beras perelek”, itu pertama yang akan kita lakukan. Kita targetkan Desember ini bebas Rastra,” kata Dedi.

Selanjutnya, program kedua yang ia namakan Keluarga Angkat pun juga bergulir. Program ini memiliki skema berupa bantuan dari keluarga mampu kepada keluarga yang tidak mampu. Adapun bantuan yang diberikan menurutnya dapat berupa beras sebanyak 10 liter setiap bulan.

“Setiap kecamatan harus memiliki desa percontohan. Kalau setiap bulan kita kawal pelaksanaannya di 40 Desa, maka setelah tiga bulan, seluruh desa dapat melaksanakan program ini. Teknisnya, bagi pegawai, TNI, POLRI atau masyarakat yang dinilai sudah mampu, bisa menyumbangkan beras sebanyak 10 liter untuk keluarga tidak mampu setiap bulannya,” jelasnya.

Terakhir, secara jangka panjang, Dedi menyebut, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pun dapat ditempuh dengan cara menggulirkan program pengembangan ekonomi masyarakat. Ia menyebut program ini dengan sebutan “SAKU” atau Satu Keluarga Satu Usaha.

Adapun teknis “SAKU” sendiri, akan diberlakukan dalam bentuk bantuan modal usaha yang anggarannya dapat dicairkan melalui Bantuan Keuangan Desa.

“Itu bisa berbagai macam usaha, mau warung kecil, pertanian, peternakan. Kita kontrol dan berikan target pengembangan usaha, lalu kita berikan bantuan modal,” tandasnya.

Dedi pun menantang seluruh aparat desa di Purwakarta untuk mensukseskan seluruh program tersebut. Bagi aparat yang desanya berhasil melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat, ia akan memberikan “reward” berupa kenaikan honor aparat desa setiap bulan.

“Kalau ini semua berjalan baik, di APBD 2018 kita anggarkan honor kepala desa menjadi Rp7,5 Juta dan RT menjadi Rp1 Juta,” pungkasnya.

This entry was posted in TENTANG PURWAKARTA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s